Selasa, 19 Februari 2013

Tirani birokrasi Kementerian Agama (2)



Modus Mafia Birokrasi Kementerian Agama  sebagai Sindikat Kejahatan,  konteks Indonesia Mafia Birokrasi di kementerian Agama dapat dianggap perkumpulan rahasia Oknum Birokrasi yg bergerak di bidang kejahatan (kriminal), Kelihaian dan kelicikan Mafia Birokrasi dilevel Elit kementerian Agama dapat dilihat keberadaannya melalui serangkaian Fakta kejahatan yang sangat massif. Mafia birokrasi kemenag inilah yang menjadi penyebab tindakan korupsi dan manipulasi di lembaga tersebut semakin merajalela.

Korupsi Penghulu Vs Mega Korupsi Elit Kementerian Agama

Ditengah Upaya KPK membongkar Korupsi Alquran dan Penyimpangan Pengelolaan Dana Haji , PPATK merilis temuan tentang mengagetkan semua Pihak, terkait rekening Gendut pegawai Kementerian Agama, dan berbagai Penyimpangan transaksi dana Penyelenggaraan Haji,  konferensi Pers PPATK terkait aliran dana haji yang sangat massif penyimpangannya mendapat perlawanan baik dari mafia maupun partai Pendukung Mafia Kemenag.

Pihak Suryadharma Ali menyebut tindakan publikasi temuan PPATK sebagai  lembaga Negara merupakan  tindakan yang tidak etis terhadap sesama lembaga Negara,  Partai Pendukung Mafia di kemenag menyebut PPATK membuat kerusuhan, hal ini disampaikan langsung pada saat PPP mengadili PPATK pada saat pertemuan atas inisiatif Fraksi PPP.

Tuduhan itu oleh DPP PPP dituduh amat insinuatif dan mengarah menjadi fitnah yang begitu liar, mereka menyebut PPATK melakukan  tindakan fitnah yang tidak terpuji, yang dilakukan institusi negara, sesungguhnya telah merusak etika kehidupan berpemerintahan.  Yang lebih tragis, Komisi III DPR secara tegas, meminta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) agar menjaga rahasia analisis mereka kepada public.

Padahal sebelum konferensi PPATK digelar, Pihak Kementerian Agama telah menggelar hal yang sama, Publikasi  temuan Irjen Kemenag M.Jasin terkait Pungli  yang dilakukan oleh Penghulu, yang menyebut bahwa Pungli Penghulu mencapai 1,2 triliun pertahun.  Hal ini bagi menteri Agama Suryadharma Ali adalah program Bersih-bersih dan menghajar oknum  Penghulu secara Vulgar di buka ke public.

Publikasi dan konferensi Pers Irjen M. Jasin terkait Pungli di tingkatan Penghulu, ungutan liar kebanyakan terjadi ketika penghulu meminta ‘ongkos’ menikahkan dari pasangan yang telah mendaftar ke KUA. Publikasi  Tak tanggung-tanggung, mereka minta Rp 500 ribu untuk tiap pernikahan. ongkos   sebenarnya hanya Rp 30 ribu. Dengan Sombongnya, Menteri Agama mengklaim temuan penyimpangan di level penghulu merupakan upaya membersihkan Kemenag dari suap yang recehan.

Sikap yang begitu kontradiktif,  begitu gembira menjelaskan Gratifikasi Penghulu ke public sebagai lembaga Negara yang menyandera isu kelakuan Penghulu, namun pada saat PPATK sebagai lemebaga Negara melakukan hal yang sama terkait Mega Korupsi dan Penyimpangan yang sangat Massif pihak Kemenag  menyebut PPATK sebagai lembaga penyebar Fitnah,  merusak tatanan sebagai sesama lembaga Negara.
Bagi Penghulu tidak ada daya hadapi publikasi yang mempermalukan mereka, tidak ada partai atau fraksi yang bisa menyebut Menag Suryadharma sebagai tukang fitnah, korupsi recehan telah mendemoralisasi profesi dan peran penghulu yang sangat akrab bagi kehidupan keberagamaan di masyarakat.
Demoralisasi Penghulu sebagai Ujung Tombak

mengutip Muhammad as-Suhaym, menyatakan bahwa agama, khususnya agama Islam, merupakan ajaran dalam konteks yang khusus dan universal-umum. Khusus karena agama mengatur ritual dalam beribadah (syari’ah), sekaligus bersifat universal-umum karena ajaran Islam telah mengatur semua aspek kehidupan manusia.

Isu Korupsi recehan di tingkatan penghulu bagi Mafia di kementerian Agama dianggap dapat menutupi kejahatan mereka yang maha dahsyat karena krimanalitas mereka melibatkan berbagai institusi, lembaga Keuangan, Partai Politik, Lembaga Legislatif.  Modus kejahatan Mafia Alquran menjadi contoh actual, bagaimana kejahatan korupsi  Kemenag terdiri dari kelompok elit.   

Korupsi Dana Pendidikan, pengadaan alat Peraga menjadi daftar Hitam yang belum tersentuh karena saking kuatnya solidaritas mafia dilevel elit kemenag.
Sikap yang mendua oleh Mafia di kemenag diatas mengindikasikan adanya upaya sistematik menutupi penyimpangan mega korupsi yang sangat kinspiratif dengan isu murahan, kejahatan konspirasi mafia Kemenag tidak hanya merugikan secara ekonomi, demoralisasi elit Kemenag dan parpol PPP merusak tatanan Kenegaraan baik Ideologi, hukum dan Moralitas Keagamaan , Keberadaan Penghulu yang begitu Mulia di tengah masyarakat tidak lagi dipertimbangkan eksistensinya, cara cara vulgar upaya menghancurkan moralitas profesi penghulu oleh elit kemenag sebagai sandera menutupi kejahatan di tingkat elit yang sangat rapi denga daya hancur luar biasa atas  Peran Kementerian Agama yang sangat krusial karena mengemban peran keagamaan.